Bandung – Dilematis
masyarakat akan kualitas kesehatan makanan tradisional dan modern di kota
Bandung membuat kedua jenis makanan tersebut dipertanyakan kebersihan dan
kandungan gizinya. Para pedagang mengaku setiap makanan baik tradisional maupun
modern memiliki kandungan gizi dan kebersihan yang berbeda.
B
|

Sebagaimana diungkapkan Umar Islami
salah seorang dokter yang bertugas di Jalan raya Ujung Berung Bandung bahwa
kadar glukosa dan lemak yang tinggi yang terdapat dalam makanan dapat
membahayakan kesehatan.
“Dilihat dari segi komposisi makanan, salah satu zat
yang membahayakan yang efeknya tidak secara lengsung adalah kandungan glukosa
dan lemak. Kadar glukosa yang tinggi dalam makanan dapat menimbulkan obesitas
atau kegemukan sedangkan kadar lemak
yang tinggi dapat menyebabkan kolesterol,” ujar dokter yang sekaligus dosen di
UNISBA itu.
Hal ini terbukti dengan
meningkatnya grafik penderita diabetes tehun 2013 ini. Pada tahun 2000, di
Indonesia jumlah penderita diabetes berdasarkan data WHO sebanyak 8,4 juta
jiwa, namun pada tahun ini meningkat hingga 10,5 juta jiwa. (Sumber: Kompas.com)
Banyak nya penderita diabetes bukan
hanya disebabkan oleh jajanan-jajanan yang mengandung kadar glukosa yang tinggi
saja, tetapi pola makan yang tidak teratur pun merupakan salah satu pemicu
penyakit ini.
Proses pembuatan makanan yang menjadi faktor
terhadap sehat tidaknya makanan secara umum dapat dilihat dari mahal tidaknya
produk makanan tersebut. Lagi, dokter umum yang praktek tiap hari itu
berargumen mengenai makanan yang memiliki harga yang relatif mahal memiliki
tingkat kehigienisan yang lebih terjamin dibandingkan dengan makanan-makanan
yang harganya terjangkau.
“Umumnya makanan dengan harga jual yang relatif
mahal, itu akan lebih terjaga dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Selain itu,
biasanya tempatnya pun tidak di “pojokan”, melainkan tempat yang benar-benar
bersih,” ujar Umar saat diwawancarai.
Lain halnya dengan apa yang
diungkapkan oleh dokter Henny Indriani yang bertugas di komplek perumahan
Cipaganti Ujung Berung Bandung, ia mengungkapkan bahwa makanan dengan daya jual
yang mahal belum tentu terjamin kesehatannya.
“Pada hakikatnya makanan yang sehat itu kan makanan yang memiliki nilai gizi,
protein, karbohidrat dan komponen-komponen lainnya. Sehingga, makanan dengan
daya jual yang tinggi jika tidak mengandung komponen-komponen tersebut tentu
itu bisa dikategorikan makanan yang tidak sehat. Mungkin saja makanan yang
mahal itu hanya mahal karena bungkusnya atau hiasan yang ada pada makanan itu
saja, tetapi berkenaan dengan gizinya tidak diutamakan,” jelasnya.
Sehat dan memiliki nilai gizi
merupakan harga mati setiap makanan yang dikonsumsi. Makanan tradisional yang
bahannya menggunakan bahan-bahan alami, bisa pula dikategorikan makanan yang
sehat, namun sehat disini akan menjadi penyakit ketika makanan tersebut
terdapat kuman atau bakteri yang dapat merusak pencernaan. Oleh karena itu
dikatakan sehat atau tidaknya, baik atau buruknya itu bukan hanya ditentukan
oleh pedagang itu semata, akan tetapi ditentukan pula oleh pembelinya.
Bagi para penjual makanan
tradisional, mereka yakin bahwa makanan tradisional memiliki khasiat yang
berbeda dengan makanan-makanan nontradisional. Karena makanan tradisional
selain bahannya yang alami, tetapi juga menggunakan rempah-rempah yang memiliki
khasiat bagi ketahanan tubuh.
“Kalau makanan tradisional bahannya dari bahan
alami, jadi lebih banyak khasiatnya untuk tubuh. Karena pake bahan alami itu ngebuat
kue jadi gak tahan lama,” tutur Asih
penjual kue cucur di pasar Ujung Berung Bandung.
Hal serupa diungkapkan oleh Randi
(20) penjual kue pukis Ujung Berung, bahwa makanan tradisional memiliki
kelebihan tersendiri, terutama dari kealamian bahan-bahannya, sehingga sangat
baik untuk pencernaan. Ia pun menambahkan bahwa makanan tradisional selain
bahannya alami, proses pembuatannya juga alami.
“Yang pasti makanan tradisional memiliki kelebihan
dari makanan-makanan nontradisional. Makanan tradisional selain menggunakan
bahan yang alami, proses pembuatannya pun alami,” tutur Randi yang sudah satu
tahun berjualan kue.
Pernyataan-pernyataan itulah yang
menjadi bukti bahwa makanan yang dijual dijalanan baik itu makanan tradisional
maupun makanan modern bisa dilihat dari komposisi dan proses pembuatannya.
Dengan begitu konsumen yang mengetahui
komposisi dan proses pembuatannya, akan dapat lebih cermat lagi dalam memilih
makanan khususnya makanan yang sehat dan kaya gizi. (SN)
0 opmerkings:
Plaas 'n opmerking