Wys tans plasings met die etiket Ilmiah. Wys alle plasings
Wys tans plasings met die etiket Ilmiah. Wys alle plasings

Saterdag 14 September 2013

    A.  Konstruktivisme Piaget
Jean Piaget adalah psikolog pertama yang menggunakan filsafat konstruktivisme, sedangkan teori pengetahuannya dikenal dengan teori adaptasi kognitif. Sama halnya dengan setiap organisme harus beradaptasi secara fisik dengan lingkungan untuk dapat bertahan hidup, demikian juga struktur pemikiran manusia. Manusia berhadapan dengan tantangan, pengalaman, gejala baru, dan persoalan yang harus ditanggapinya secaca kognitif (mental). Untuk itu, manusia harus mengembangkan skema pikiran lebih umum atau rinci, atau perlu perubahan, menjawab dan menginterpretasikan pengalaman-pengalaman tersebut. Dengan cara itu, pengetahuan seseorang terbentuk dan selalu berkembang. Proses tersebut meliputi:
1.  Skema/skemata adalah struktur kognitif yang dengannya seseorang beradaptasi dan terus mengalami perkembangan mental dalam interaksinya dengan lingkungan. Skema juga berfungsi sebagai kategori-kategori utnuk mengidentifikasikan rangsangan yang datang, dan terus berkembang.
2.    Asimilasi adalah proses kognitif perubahan skema yang tetap mempertahankan konsep awalnya, hanya menambah atau merinci.
3.  Akomodasi adalah proses pembentukan skema baru atau karena konsep awal sudah tidak cocok lagi.
4.   Equilibrasi adalah keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi sehingga seseorang dapat menyatukan pengalaman luar dengan struktur dalamya (skemata). Proses perkembangan intelek seseorang berjalan dari disequilibrium menuju equilibrium melalui asimilasi dan akomodasi.
Bagi Piaget, mengerti adalah proses adaptasi intelektual. Dengan adanya pengalaman dan ide baru diinteraksikan dengan apa yang sudah diketahui oleh seseorang yang sedang belajar untuk membentuk struktur pengertian baru. Menurut Piaget,  dalam pikiran seseorang ada struktur pengetahuan awal (skemata). Setiap skema berperan sebagai filter dan fasilitator bagi ide dan pengalaman baru. Skemata mengatur, mengkoordinasikan dan mengintensifkan prinsip- prinsip dasar. Melalui kontak dengan pengalaman baru, skema dapat dikembangkan dan diubah, yaitu dengan proses asimilasi dan akomodasi. Bila pengalaman baru masih bersesuaian dengan skema yang dipunyai seseorang maka skema hanya dikembangkan melalui proses asimilasi. Bila pengalaman baru sangat berbeda dengan skema yang ada, sehingga skema lama tidak cocok lagi untuk menghadapi pengalaman baru,  maka skema lama diubah sampai ada keseimbangan lagi. Proses ini disebut sebagai proses akomodasi. Dengan cara seperti ini, pengetahuan seseorang selalu berkembang.
Dengan demikian pembelajaran konstruktivisme berdasarkan pemahaman Piaget, beranggapan bahwa: 1) gambaran mental seseorang dihasilkan pada saat berinteraksi dengan lingkungannya, 2) pengetahuan yang diterima oleh seseorang merupakan proses pembinaan diri dan pemaknaan, bukan internalisasi makna dari luar.
Dalam pembentukan pengetahuan, Piaget membedakan tiga macam pengetahuan, yaitu : fisis, matematis logis dan sosial.
1.      Pengetahuan fisis, didapat dari abstraksi seseorang terhadap obyek secara langsung.
2.     Pengetahuan matematis logis, didapat dari abstraksi seseorang terhadap relasi dan fungsi obyek  secara tidak langsung.
3.      Pengetahuan sosial didapat dari interaksi seseorang dengan masyarakat, lingkungan dan budaya yang ada.
Bagi Piaget, pengetahuan selalu memerlukan pengalaman, baik pengalaman fisis maupun pengalaman mental.
B.        Konstruktivisme Vygotsky
Matthews (1994, dalam Suparno,P., 1997) membedakan dua tradisi besar dari konstruktivisme, yaitu konstruktivisme psikologis dan sosiologis. Konstruktivisme psikologis bertitik tolak pada perkembangan psikologis anak dalam membangun pengetahuannya, sedangkan konstruktivisme sosial lebih leboh mendasarkan pada masyarakat yang membangun pengetahuan. dengan demikian maka konstruktivisme psikologis terdiri atas : konstruktivisme personal (Piaget) dan konstruktivisme sosial (Vigotsky) serta konstruktivisme sosiologis berdiri sendiri.
1.      Konstruktivisme Psikologis Personal
Konstruktivisme psikologis dimulai dari karya Piaget mengenai bagaimana seorang anak membangun pengetahuan kognitifnya. Piaget menekankan aktivitas individual dalam pembentukan pengetahuan. Piaget menyebut dirinya sendiri epistemolog genetik. Epistemologi genetik menjelaskan pengetahuan dengan melihat sejarah pembentukannya dan khususnya dasar psikologis dari pengertian dan operasi yang digunakan dalam mendapatkan pengetahuannya (Suparno,P., 1997).
Pembelajaran menurut konstruktivisme personal, memiliki beberapa anggapan (postulat), yaitu: a) Set mental (idea) yang dimiliki peserta didik mempengaruhi panca indera dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap proses pembentukan pengetahuan, b) Input yang diterima peserta didik tidak memiliki makna yang tetap, c) peserta didik menyimpan input yang diterima tersebut ke dalam memorinya, d) input yang tersimpan dalam memori tersebut dapat digunakan lagi untuk menguji input lain yang baru diterima, e) peserta didik memiliki tanggung jawab terhadap apa yang menjadi keputusannya.
2.      Konstruktivisme sosiokulturalisme
Vygotsky meneliti pembentukan dan perkembangan pengetahuan anak secara psikologis. Vygotsky lebih memfokuskan pada hubungan dialektik antara individu  dan masyarakat dalam pembentukan pengetahuan. Pengertian ilmiah tidak datang dalam bentuk jadi pada seorang anak, akan tetapi bergantung pada tingkat kemampuan anak untuk menangkap suatu model pengertian. Dan Vigotsky membedakan adanya dua pengertian, yaitu pengertian spontan dan pengertian ilmiah. Pengertian spontan adalah pengertian yang didapat dari pengalaman sehari- hari, sedang pengertian ilmiah (Formal) adalah pengertian yang didapat dari kelas (Suparno,P., 1997).
Vygotsky menggunakan istilah ”zo-ped” atau ZPD (zona of Proximal development), yaitu suatu wilayah tempat bertemu antara pengertian spontan anak dengan pengertian sistematis logis orang dewasa. Wilayah ini berbeda dari setiap anak dan ini menunjukkan kemampuan anak untuk menangkap logika dari pengertian ilmiah.  dalam meneliti bahasa anak, Piaget menyipulkan bahwa bahasa anak adalah egosenris sifatnya. mereka berbicara keras kepada diri sendiri daripada kepada orang lain. Menurut Vygotsky bahasa merupakan aspek sosial sejak awal, pembicaraan egosentrik adalah permulaan dari pembentukan inner speech (kemampuan bicara pokok) yang akan digunakan sebagai alat dalam berpikir. Menurut Vigotsky inner speech berperan dalam pembentukan pengertian spontan, pengertian sontan ada dua yaitu pengertian dalam dirinya sendiri dan pengertian untuk yang lain, yang dapat digunakan untuk komunikasi dengan  orang lain (Suparno,P., 1997).
Dalam konstruktivisme sosiokulturalisme perlunya  memperhatikan bahwa : 
a.      pentingnya berinteraksi sosial dengan orang- orang yang mempunyai pengetahuan yang lebih baik
b.      aktivitas mengerti selalu dipengaruhi oleh partisipasi seseorang dalam praktek-praktek  sosial dan kultural dalam lingkungan belajar
c.       perlu diperhatikan pembentukan pengetahuan dipengaruhi oleh sosiokultural, karena tidak mungkin memisahkan unsur- unsur sosiokultural dalam pembentukan pengetahuan.
3.      Konstruktivisme sosiologis
Konstruktivisme sosiologis berpandangan bahwa pengetahuan merupakan hasil penemuan sosial dan sekaligus merupakan faktor dalam perubahan sosial.  Berger mendasarkan pengetahuannya pada kenyatan sehari- hari.
Konstruktivisme sosiologis menekankan pada pengetahuan ilmiah merupakan konstruksi sosial, bukan konstruksi individual. Suasana lingkungan, masyarakat dan dinamika pembentukan ilmu pengetahuan sangat penting. Mereka cenderung mengambil fungsi dan peran masyarakat dalam pembentukan pengetahuan manusia. Ini bertentangan dengan konstruktivisne radikal, yang beranggapan bahwa pengetahuan seseotang merupakan konstruksi dari orang itu sendiri, masyarakat tidak memberi andil dalam pembentukan pengetahuan.
Konstruktivisme sosial beranggapan bahwa pengetahuan yang dibentuk oleh peserta didik, merupakan hasil interaksinya dengan lingkungan sosial disekitarnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa: 1. pengetahuan dibina oleh manusia, 2. pembinaan pengetahuan bersifat sosial dan personal, 3. pembina pengetahuan personal adalah perantara soial dan pembina pengetahuan sosial adalah perantara personal, 4.  pembinaan pengetahuan sosial merupakan hasil interaksi sosial, dan 5.  interaksi sosial dengan yang lain adalah sebagian dari personal, pembinaan sosial, dan pembinaan pengetahuan bawaan.

Ref: 


Suparno, P., 1997, Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan, Kanisius, Yogyakarta.
 
Menurut Shapiro (1994) dalam Suparno, P. (1997), paling tidak ada tiga kecenderungan pokok bagaimana orang menjelaskan apa dan bagaimana pengetahuan terbentuk, yaitu :
1.      Pengetahuan adalah fakta
pengetahuan sudah ada sebagai satu fakta atau kenyataan, tinggal menunggu untuk ditemukan. Dengan kata lain bahwa kebenaran ilmiah sudah ada tinggal menunggu untuk dibuka. Bacon dikenal sebagai bapak metoda ilmiah dalam Suparno, P. (1997) menyatakan bahwa sains seolah merupakan suatu kegiatan mengumpulkan pengetahuan obeyektif, yaitu suatu proses induksi lewat pengamatan yang disebut dengan metoda ilmiah.   Untuk membuka kebenaran ilmiah menurut Bacon dalam Suparno, P. (1997)  diperlukan langkah- langkah untuk menemukan pengetahuan adalah sebagai berikut:
a.      observasi
b.      membuat hipotesis
c.       menguji kebenaran hipotesis
d.      menggunakan hipotesis untuk penelitian lebih lanjut
e.      hipotesis yang berlaku umum dan dapat menjelaskan banyak peristiwa, diangkat menjadi hukum.
2.      Pengetahuan merupakan hasil proses pembentukan kita
Pengetahuan bukanlah satu fakta yang tinggal ditemukan, melainkan suatu perumusan yang diciptakan orang yang telah mempelajarinya. Pengetahuan itu suatu konstruksi orang yang sedang mengetahui dan mengandung suatu proses, bukan fakta yang statis, yang berarti pengetahuan tidak lepas dari orang yang mempelajarinya. Pengetahuan tidak bisa ada begitu saja ada, akan tetapi orang harus menciptakannya sendiri dalam pikirannya.
3.      Perlu skema yang lebih menyeluruh.
Diperlukan skema yang lebih menyeluruh untuk menunjukkan apa yang terjadi apabila konsep yang baru lebih unggul dalam memberikan penjelasan atas suatu kejadian yang sebelumnya hanya dapat dijelaskan sebagian.
A.   Pengertian Konstruktivisme
Model pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan pandangan konstruktivis ini memperhatikan dan mempertimbangkan pengetahuan awal siswa yang mungkin diperoleh di luar sekolah (Rustaman, N.Y. dkk, 2003). Disarankan oleh Bell (1993 dalam Rustaman, N.Y. dkk, 2003) agar pengetahuan siswa yang diperoleh dari luar sekolah dipertimbangkan sebagai pengetahuan awal dalam sasaran pembelajaran, karena sangat mungkin terjadi miskonsepsi. Sebaliknya apabila guru tidak mempedulikan konsepsi atau pengetahuan awal siswa, besar kemungkinan miskonsepsi yang terjadi akan semakin kompleks.
Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan adalah bentukan (konstruksi) kita sendiri (Von Glaserfeld dalam Suparno, P., 1997). Pengetahuan bukan tiruan dari realitas, bukan juga gambaran dari dunia kenyataan yang ada. Pengetahuan merupakan hasil dari konstruksi kognitif melalui kegiatan seseorang dengan membuat struktur, kategori, konsep, dan skema yang diperlukan untuk membentuk pengetahuan tersebut, dalam hal ini di bentuk oleh struktur konsepsi seseorang sewaktu siswa berinteraksi dengan lingkungannya.
Menurut Hoover (2007),  Constructivism's central idea is that human learning is constructed, that learners build new knowledge upon the foundation of previous learning. This view of learning sharply contrasts with one in which learning is the passive transmission of information from one individual to another, a view in which reception, not construction, is key. Yang berarti bahwa Pusat  ide konstruktivisme adalah manusia belajar mengkonstruksi, bahwa murid membangun pengetahuan baru atas dasar pengetahuan sebelumnya. Pandangan pembelajaran ini sangat berbeda dengan pembelajaran pasif yang mana informasi berasal dari satu individu ke lainnya, sebuah pandangan yang tidak mengkonstruksi adalah kuncinya.
Ada dua hal penting disini berkenaan dengan pengetahuan yang dikonstruksi oleh murid. Pertama adalah murid membangun satu pengertian baru dengan menggunakan apa yang sudah mereka ketahui sebelumnya. Dalam hal ini tidak ada ‘tabula rasa’ dimana pengetahuan ‘digoreskan’. Murid akan memasuki suasana pembelajaran dimana pengetahuan yang diterima akan dihubungkan dengan pengalaman yang sudah ada sebelumnya dan pengetahuan yang sudah dimiliki saat ini akan mempengaruhi penerimaan pengetahuan yang baru. Teori ini mengajarkan bahwa seorang anak terlahir ibarat kertas yang sudah ada tulisannya, akan tetapi semua tulisan itu masih kabur atau suram. Tugas guru adalah membantu anak untuk mempertebal tulisan-tulisan yang bersifat baik sehingga kelak dapat berubah menjadi ilmu yang berguna dan budi pekerti yang baik. Sedangkan tulisan yang sifatnya jelek harus dibiarkan agar bertambah suram atau bahkan “menghilang”.

Sondag 02 Junie 2013

LAPORAN PRAKTIKUM
Praktikum Menggunakan Mikroskop
(26 Mei 2013)
Laporan I
A.    Tujuan:
Mempelajari penggunaan mikroskop dengan melihat beberapa preparat  dengan perbesaran yang berbeda-beda.
B.     Pendahuluan
      Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil. Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain. Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor.

1.      Bagian mekanik, terdiri dari :
a.       Kaki mikroskop berFungsi untuk menyangga mikroskop
b.      Pilar atau sendi indikasi sebagai penghubung antara kaki dengan lengan mikroskop.
c.        Pengatur kondensor berfungsi untuk menarik turunkan kondensor. 
d.       Kondensor berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke benda yang sedang diamati.
e.        Tangan kikroskop berfungsi sebagai pegangan mikroskop.
f.        Engsel penggerak berfungsi sebagai penghubung lengan dengan kaki mikroskop.
g.       Meja preparat berfungsi untuk meletakan preparat yang akan diamati.
h.       Penjuepit preparat atau pemegang sediaan berfungsi untuk menjepit preparat yang akan diamati sehingga menghubungkan antara lensa objektif dan lensa okuler.
i.         Revolver berfungsi untuk menempatkan lensa objek.
j.         Sekrup pemutar kasar berfungsi untuk menggerakan tidak bergeser.
k.      Tabung berfungsi tabung mikroskop secara cepat dari atas ke bawah.
l.        Sekrup pemutar halus berfungsi untuk menggerakan tabung mikroskop kearah atas dan bawah secara lambat. Alat ini dipakai jika objek telah refokus dengan memutar pemutar kasar.
2.       Bagian optik,  terdiri dari :
a.        dua buah cermin, yaitu sebuah cermin datar dan cermin cekung. Fungsi cermin adalah untuk mencari, mengumpulkan dan mengarahkan sinar pada objek yang akan diamati. cermin datar untuk sumber cahaya yang cukup terang dan cermin cekung untuk sumber cahaya yang kurang terang.
b.       Diafragma, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya sinar yang akan dipantulkan cermin menuju ke mata.
c.        Lensa objektif, berfungsi untuk memperbesar bayangan objek, terletak pada bagian atas tabung.
                                     
C.     Alat dan Bahan
1)      Mikroskop
2)      Preparat tulang rawan, penampang melintang batang jagung, dan Hysbiscus.
3)      Minyak Immersi
4)      Mikrometer
5)      Alat tulis
D.    Cara Kerja
1)      Letakkan mikroskop diatas meja kerja
2)      Atur pencahayaan sehingga kelihatan terang.
3)      Ambil preparat, letakkan di meja benda.
4)      Jepit preparat dengan menggunakan penjepit pada mikroskop
5)      Pilih perbesaran yang diinginkan pada lensa objektif
6)      Fokuskan lensa dengan makrometer.
7)      Pertajam penampakan objek dengan menggunakan mikrometer.
8)      Amati penampakan preparat dan gambarkan pada kertas gambar.
9)      Setelah selesai menggambar objek, ganti lensa objektif dengan perbesaran yang berbeda, kemudian lakukan pengamatan seperti pada perlakuan pertama.
10)  Amati preparat yang lain dengan perlakuan yang sama.
E.     Hasil Pengamatan
Ø  Gambar penampakan tulang rawan.

                                 10 : 1                                                                      100 : 1
Ø  Gambar penampakan penampang melintang batang jagung.

Perbesaran:           10 : 1                                                                            100 : 1
                      
Ø  Gambar penampakan Hysbiscus

Perbesaran:              10 : 1                                                                          100 : 1
F.      Pembahasan
G.    Kesimpulan




PENGERTIAN SEL
Ketika belajar di SMP/MTs, Anda pernah mempelajari sel sebagai penyusun tubuh tumbuhan. Coba ingat-ingat kembali pengertian tentang sel! Sel-sel apa sajakah yang menyusun tumbuhan dan apakah fungsi masingmasing sel itu? Pada bab ini Anda akan mempelajari lagi secara mendetail tentang sel.
Jika dilihat sekilas di bawah mikroskop, tampak bentuk sel itu kaku dan seperti benda mati. Akan tetapi ternyata setelah diselidiki lebih lanjut, di dalam sel terjadi segala proses kegiatan, bahkan sebenarnya segala kegiatan kita sehari-hari itu terjadi pada tingkat sel. Ini dapat digambarkan dengan kegiatan kita sehari-hari, misalnya ketika kita melakukan aktivitas membaca buku. Sel-sel apa sajakah yang bekerja saat kita melakukan aktivitas itu? Sel-sel tubuh yang bekerja antara lain sel otot. Dengan adanya sel otot, maka tangan kita bisa memegang buku. Selain itu, sel batang dan kerucut mata juga bekerja menerima bayangan tulisan atau gambar. Setelah itu, sel otak akan menerjemahkan sehingga menghasilkan suatu pengertian.
Berdasarkan gambaran tersebut dapat kita ketahui bahwa sel itu hidup dan saling bekerja sama satu dengan yang lain untuk melakukan fungsi hidup.
Perlu Diketahui
Tubuh seorang dewasa tersusun atas ± 100 triliun sel, dan terdapat 200 jenis sel dengan bentuk beraneka ragam.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa tubuh manusia tersusun atas kumpulan sel-sel. Sel-sel berkelompok membentuk suatu jaringan, dan kemudian jaringanjaringan akan menyusun organ. Organ mempunyai beragam bentuk dan fungsi. Organ-organ tersebut saling berkaitan satu sama lain untuk membentuk suatu sistem. Sistem organ inilah yang akan membentuk organisme baru.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sel merupakan tingkatan terendah dari organisme kehidupan. Agar lebih jelas organisasi itu dapat diurutkan seperti pada Gambar di bawah ini!
Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel, dan kemudian muncullah beberapa teori tentang sel. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel. Berbagai penelitian para ahli biologi, antara lain seperti berikut.
1. Robert Hooke (1635-1703)
Ia mencoba melihat struktur sel pada sayatan gabus di bawah mikroskop. Dari hasil pengamatannya diketahui terlihat rongga-rongga yang dibatasi oleh dinding tebal. Jika dilihat secara keseluruhan, strukturnya mirip sarang lebah. Satuan terkecil dari rongga tersebut dinamakan sel.
2. Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1882)
Mereka mengamati sel-sel jaringan hewan dan tumbuhan. Schleiden mengadakan penelitian terhadap tumbuhan. Setelah mengamati tubuh tumbuhan, ia menemukan bahwa banyak sel yang menyusun tubuh tumbuhan. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tumbuhan adalah sel.
3. Robert Brown
Pada tahun 1831, Brown mengamati struktur sel pada jaringan tanaman anggrek dan melihat benda kecil yang terapung-apung dalam sel yang kemudian diberi nama inti sel atau nukleus. Berdasarkan analisanya diketahui bahwa inti sel selalu terdapat dalam sel hidup dan kehadiran inti sel itu sangat penting, yaitu untuk mengatur segala proses yang terjadi di dalam sel.
4. Felix Durjadin dan Johannes Purkinye
                Pada tahun 1835, setelah mengamati struktur sel, Felix Durjadin dan Johannes Purkinye melihat ada cairan dalam sel, kemudian cairan itu diberinya nama protoplasma.
5. Max Schultze (1825-1874)
Ia menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan. Protoplasma merupakan tempat terjadinya proses hidup.
Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut akhirnya melahirkan beberapa teori sel antara lain: a. sel merupakan unit struktural makhluk hidup; b. sel merupakan unit fungsional makhluk hidup; c. sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup; d. sel merupakan unit hereditas.
Beberapa teori sel itu menunjukkan betapa pentingnya peranan sel karena hampir semua proses kehidupan dan kegiatan makhluk hidup dipengaruhi oleh sel.
STRUKTUR DAN PERANAN BAGIAN –BAGIAN SEL
Dari pengertian tentang sel, Anda sudah mendapatkan sedikit gambaran yang  jelas tentang sel. Walaupun sel merupakan bagian terkecil dari makhluk hidup, tetapi sel masih memiliki bagian-bagian lebih kecil lagi yang menyusunnya. Di situlah terjadinya segala aktivitas di dalam sel. Bagian sel tersebut dinamakan organela. Jenis organela-organela ersebut bermacam-macam dan masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda-beda.


Dari kegiatan tersebut dapat diketahui bahwa setiap sel hidup mempunyai unsur-unsur pokok yang bertugas pada proses-proses kehidupan makhluk hidup, antara lain membran plasma, sitoplasma, dan organela. Bagian-bagian sel itu mempunyai fungsi atau tugas sendiri-sendiri.
1. Membran Sel
Membran sel berupa selaput tipis, disebut juga plasmalema. Tebal membran antara 5-10 nm (1nm = 9110 m). Apabila diamati dengan mikroskop cahaya tidak terlihat jelas, tetapi keberadaannya dapat dibuktikan pada waktu sel mengalami plasmolisis.
S. Singer dan E.Nicolson (1972) menyampaikan teori tentang membran sel. Teori ini disebut teori membran mozaik cair, yang menjelaskan bahwa membran sel terdiri atas protein yang tersusun seperti mozaik (tersebar) dan masing-masing tersisip di antara dua lapis fosfolipid.
Membran sel merupakan bagian terluar sel dan tersusun secara berlapislapis. Bahan penyusun membran sel yaitu lipoprotein yang merupakan gabungan antara lemak dan protein.
Membran sel mengandung kira-kira 50% lipid dan 50% protein. Lipid yang menyusun membran sel terdiri atas fosfolipid dan sterol. Fosfolipid memiliki bentuk tidak simetris dan berukuran panjang. Salah satu ujung fosfolipid bersifat mudah larut dalam air (hidrofilik), yang disebut dengan ujung polar. Bagian sterol bersifat tidak larut dalam air (hidrofobik) yang disebut dengan ujung nonpolar. Fosfolipid tersusun atas dua lapis. Dalam hal ini protein dibedakan menjadi 2 sebagai berikut.
a. Protein Ekstrinsik (Perifer)
Protein ini letaknya tersembul di antara dua lapis fosfolipid. Protein ekstrinsik bergabung dengan permukaan luar membran dan bersifat hidrofilik yaitu mudah larut dalam air.
b. Protein Intrinsik (Integral)
Protein ini letaknya tenggelam di antara dua lapis fosfolipid. Protein intrinsik bergabung dengan membran dalam dan bersifat hidrofobik yaitu tidak mudah larut dalam air.
Penyusun membran sel yang berupa karbohidrat berikatan dengan molekul protein yang bersifat hidrofilik sehingga disebut dengan glikoprotein. Adapun karbohidrat yang berikatan dengan lipid yang bersifat hirofilik disebut dengan glikopolid.
Sifat dari membran sel ini adalah selektif permiabel artinya adalah dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut di dalamnya. Membran sel memiliki fungsi antara lain:
a. sebagai pelindung sel, b. mengendalikan pertukaran zat, dan c. tempat terjadinya reaksi kimia.
Untuk menunjang fungsinya ini, membran sel memiliki kemampuan untuk mengenali zat. Zat yang dibutuhkan akan diizinkan masuk, sedangkan zat yang sudah tidak digunakan berupa sampah akan dibuang. Ada juga zat tertentu yang dikeluarkan untuk diekspor ke sel lain.


berperan penting dalam aktivitas sel, terutama dalam melakukan sintesis protein. Namun ada beberapa sel yang tidak memiliki nukleus antara lain sel eritrosit dan sel trombosit. Pada kedua sel ini aktivitas metabolisme terbatas dan tidak dapat melakukan pembelahan.
Biasanya sebuah sel hanya memiliki satu nukleus saja, yang terletak di tengah. Namun ada sel-sel yang memiliki inti lebih dari satu yaitu pada sel parenkim hati dan sel otot jantung, yang memiliki dua buah nukleus. Adapun pada sel otot rangka terdapat banyak nukleus.
Komposisi nukleus terdiri atas membran nukleus, matriks, dan anak inti. a. Membran Nukleus (Karioteka)
Susunan molekul membran ini sama dengan susunan molekul membran sel, yaitu berupa lipoprotein. Membran inti juga dilengkapi dengan poripori yang dapat memungkinkan hubungan antara nukleoplasma dan sitoplasma. Pori-pori ini berperan dalam memindahkan materi antara inti sel dan sitoplasmanya.
Membran inti hanya bisa dilihat dengan jelas dengan menggunakan mikroskop elektron. Membran inti terdiri atas dua selaput yaitu selaput luar dan selaput dalam. Selaput luar mengandung ribosom pada sisi yang menghadap sitoplasma dan sering kali berhubungan dengan membran retikulum endoplasma.
b. Matriks (Nukleoplasma) Nukleoplasma terdiri atas cairan inti yang tersusun dari zat protein inti
yang disebut dengan nukleoprotein. c. Anak Inti (Nukleolus)
Di dalam nukleolus banyak terkandung kromosom, yaitu benang-benang halus DNA. Kromosom tersebut berfungsi untuk:
Masuknya zat dari luar melalui membran sel yaitu melalui peristiwa transpor pasif dan transpor aktif.  Agar lebih jelas memahami struktur membran sel, coba Anda perhatikan Gambar 1.5!
2.   Inti Sel (Nukleus)
Nukleus merupakan organ terbesar sel, dengan ukuran diameter antara 10-20 nm. Nukleus memiliki bentuk bulat atau lonjong. Hampir semua sel memiliki nukleus, karena nukleus ini
1) menentukan ciri-ciri yang dimiliki sel;
2) mengatur bentuk sel; 3) menentukan generasi selan-
jutnya. DNA tersusun dalam kromosom
yang terdapat pada nukleoplasma, sedangkan tempat sintesis RNA terjadi pada nukleolus.
3. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan suatu cairan sel dan segala sesuatu yang larut di dalamnya, kecuali nukleus (inti sel) dan organela. Sitoplasma yang berada di dalam inti sel disebut nukleoplasma.  Sitoplasma bersifat koloid kompleks, yaitu tidak padat dan tidak cair. Sifat koloid sitoplasma ini dapat berubahubah tergantung kandungan air. Jika konsentrasi air tinggi maka koloid akan bersifat encer yang disebut dengan sol, sedangkan jika konsentrasi air rendah maka koloid bersifat padat lembek yang disebut dengan gel.
Sitoplasma tersusun atas air yang di dalamnya terlarut molekul-molekul kecil (mikromolekul) dan molekul-molekul besar (makromolekul), ion-ion dan bahan hidup (organela) ukuran partikel terlarut yaitu 0,001 – 1 mikron, dan bersifat transparan. Bagian yang merupakan lingkungan dalam sel adalah matrik sitoplasma. Tiap-tiap organela mempunyai struktur dan fungsi khusus. Organela yang menyusun sitoplasma adalah sebagai berikut.
a. Mitokondria
Mitokondria merupakan organela penghasil energi dalam suatu sel. Mitokondria memiliki bentuk bulat tongkat dan berukuran panjang antara 0,2-5 mikrometer dengan diameter 0,5 mikrometer.
Dengan bantuan mikroskop cahaya, keberadaan mitokondria dapat terlihat, tetapi untuk dapat melihat struktur dasarnya harus menggunakan mikroskop elektron.
Mitokondria disusun oleh bahan-bahan antara lain fosfolipid dan protein. Mitokondria mempunyai dua lapisan membran, yaitu membran luar dan membran dalam. Permukaan pada membran luar halus, sedangkan pada membran dalam banyak terdapat lekukan-lekukan ke dalam yang disebut krista. Adanya lekukan-lekukan ini akan dapat memperluas bidang permukaannya. Krista berperan dalam penyerapan oksigen untuk respirasi.
Dari proses respirasi inilah dapat dihasilkan energi. Jadi, mitokondria berfungsi untuk tempat respirasi sel atau sebagai pembangkit energi. Mitokondria mempunyai enzim yang dapat mengubah energi potensial dari makanan kemudian disimpan dalam bentuk ATP. ATP inilah yang merupakan sumber energi sebagai bahan bakar untuk melakukan proses kegiatan untuk hidup.
Sel-sel mana saja yang banyak terdapat mitokondria pada tubuh manusia? Tentu saja sel-sel yang banyak melakukan aktivitas kerja. Pada bagian organ mana dalam tubuh Anda yang paling aktif dan giat bekerja? Misalnya jika seorang olahragawan melakukan aktivitas berolahraga, maka bagian tubuh yang paling aktif bekerja adalah otot. Otot akan selalu berkontraksi ketika seseorang bergerak. Bahkan, ketika Anda tidur pun sel selalu melakukan pemecahan ATP. Coba analisalah kegunaan ATP ketika kita dalam keadaan tidur. Kegunaan ATP yaitu sebagai energi yang digunakan untuk mengganti sel-sel yang rusak, untuk memompa jantung, dan lainlain.
Mitokondria banyak terdapat pada bagian tubuh antara lain otot, hati, jantung, ginjal, karena bagian tubuh tersebut paling aktif melakukan kerja dan menghasilkan energi.
b. Retikulum Endoplasma
Untuk memahami struktur retikulum endoplasma, perhatikan Gambar 1.8! Retikulum endoplasma merupakan sistem yang sangat luas, membran di dalam sel berupa saluran-saluran dan tabung pipih. Membran ini lebih tipis dari membran plasma. Komposisi kimia tersusun atas lipoprotein.


Retikulum endoplasma ada dua macam, yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus.
1) Retikulum Endoplasma Kasar (REK) Retikulum endoplasma kasar ditempeli dengan ribosom yang tersebar
merata pada permukaannya. Ribosom merupakan tempat sintesis protein. Protein yang sudah terbentuk kemudian akan diangkut ke bagian dalam retikulum endoplasma, dan kemudian disimpan di dalam membran yang berkantong yang disebut vesikula.
2) Retikulum Endoplasma Halus (REH) Retikulum endoplasma halus tidak ditempeli oleh ribosom. Permukaan
REH ini menghasilkan enzim yang dapat mensintesis fosfolipid, glikolipid, dan steroid.
Jadi, secara umum fungsi retikulum endoplasma antara lain: 1) penghubung selaput luar inti dengan sitoplasma, sehingga menjadi peng-
hubung materi genetik antara inti sel dengan sitoplasma; 2) transpor protein yang disintesis dalam ribosom; dan 3) biosintesis fosfolipid, glikolipid, dan sterol.
c. Ribosom
Ribosom merupakan struktur terkecil yang bergaris tengah 17-20 mikron, letaknya di dalam sitoplasma sehingga hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop elektron.  Semua sel hidup memiliki ribosom. Ribosom berfungsi untuk sintesis protein, yang selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan, perkembangbiakan atau perbaikan sel yang rusak. Pada sel-sel yang aktif dalam sintesis protein, ribosom dapat berjumlah 25% dari bobot kering sel.
d. Badan Golgi  
Organela ini ditemukan pertama kali oleh Camilio Golgi, seorang ilmuwan dari Italia. Badan golgi biasa dijumpai pada sel tumbuhan maupun hewan. Pada sel hewan terdapat 10-20 badan golgi. Lain halnya dengan tumbuhan yang memiliki ratusan badan golgi pada setiap sel. Badan golgi terdiri atas sekelompok kantong pipih yang dibatasi membran yang dinamakan saccula. Di dekat saccula terdapat vesikel sekretori yang berupa gelembung bulat. Badan golgi pada tumbuhan disebut dengan diktiosom. Pada diktiosom terjadi pembuatan polisakarida dalam bentuk selulosa yang digunakan sebagai bahan penyusun dinding sel.
Secara umum fungsi dari badan golgi antara lain: 1) secara aktif terlibat dalam proses sekresi, terutama pada sel-sel kelenjar; 2) membentuk dinding sel pada tumbuhan; 3) menghasilkan lisosom; 4) membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk meme-
cah dinding sel telur.


Lisosom juga berperan penting dalam matinya sel-sel. Lisosom banyak terdapat pada sel-sel darah terutama leukosit, limfosit, dan monosit. Di dalam sel-sel tersebut lisosom berperan mensintesis enzim-enzim hidrolitik untuk mencernakan bakteri-bakteri patogen yang menyerang tubuh. Agar dapat memahami struktur lisosom,
Lisosom membantu menghancurkan sel yang luka atau mati dan menggantikan dengan yang baru yang disebut dengan autofagus. Contohnya lisosom banyak terdapat pada sel-sel ekor kecebong. Ekor kecebong secara bertahap akan diserap dan mati. Hasil penghancurannya digunakan untuk pertumbuhan sel-sel baru bagi katak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Begitu pula selaput antara jari-jari tangan dan kaki manusia ketika berujud embrio akan hilang setelah embrio tersebut lahir.
f. Sentrosom
Sentrosom hanya dijumpai pada sel hewan. Bentuk sentrosom bulat kecil. Organela ini terdapat di dekat inti, berperan dalam proses pembelahan sel. Sentrosom menyerupai bola-bola duri karena adanya serat-serat radial.
g. Vakuola
Vakuola ialah organela sitoplasmik yang berisi cairan dan dibatasi selaput tipis yang disebut tonoplas. Vakuola berbentuk cairan yang di dalamnya terlarut berbagai zat seperti enzim, lipid, alkaloid, garam mineral, asam, dan basa. Pada sel tumbuhan, vakuola selalu ada. Semakin tua suatu tumbuhan, maka vakuola yang terbentuk semakin besar.
e. Lisosom
Lisosom hanya ditemukan pada sel hewan saja. Lisosom merupakan struktur agak bulat yang dibatasi membran tunggal, memiliki ukuran diameter 1,5 mikron. Lisosom berperan aktif melakukan fungsi imunitas. Lisosom berisi enzim-enzim hidrolitik untuk memecah polisakarida, lipid, fosfolipid, dan protein. Lisosom berperan dalam pencernaan intrasel, misalnya pada protozoa atau sel darah putih.
h. Plastida
Plastida juga merupakan organela spesifik yang terdapat pada sel tumbuhan. Di dalam plastida terdapat zat pigmen. Mekanisme kerja plastida sangat dipengaruhi oleh rangsang cahaya. Pada lingkungan yang banyak terdapat penyinaran matahari, maka plastida menghasilkan pigmen warna yang disebut kloroplas, antara lain pigmen hijau (klorofil), kuning (xantin), dan kuning kemerah-merahan (xantofil). Plastida yang tidak terkena cahaya matahari tidak akan menghasilkan pigmen warna yang disebut leukoplas atau amiloplas yaitu untuk tempat amilum.
i. Kloroplas
Pada sel tumbuhan ada bagian paling spesifik yang tidak terdapat pada sel hewan, yaitu bagian yang berperan dalam proses fotosintesis. Bagian manakah itu? Tentu Anda sudah mengetahui bahwa bagian yang dimaksud adalah klorofil. Klorofil dihasilkan oleh suatu struktur yang disebut kloroplas. Kloroplas hanya terdapat dalam sel tumbuhan dan ganggang tertentu. Pada sel-sel tumbuhan, kloroplas berbentuk cakram dengan diameter 5-8 m dengan tebal 2-4 m.